Showing posts with label Pengajar. Show all posts
Showing posts with label Pengajar. Show all posts

Wednesday, January 9, 2013

Cara Mengajar Anak Sekolah Dasar


Mengajar anak Sekolah Dasar (SD) tentunya akan lebih sulit, karena pada tahap ini mereka mengalami masa transisi di mana baru memasuki proses belajar yang serius. Menjadi seorang guru SD tentunya banyak hal yang harus diperhatikan agar pembelajaran menjadi efektif, seperti : suara yang lantang dan juga intonasi yang beragam, selain itu dibutuhkan juga waktu untuk beristirahat dengan menyediakan ice breaker mengingat bahwa waktu konsentrasi mereka cenderung singkat. Berikut adalah beberapa teknik mengajar anak SD :
1.    Teknik Individual, terdiri dari:
a.    Directive counseling
Guru membuka jalan pemecahan karena anak yang belum matang mendiagnosis sendiri sukar memecahkan masalahnya, tanpa bantuan dari pihak lain yang berpengalaman.
b.    Non-directive counseling
Fokus pada anak yang bermasalah dan sang anak yang menentukan sendiri apakah dia membutuhkan pertolongan dari pihak lain.
c.    Eclective counseling
Masalah yang dihadapi itulah yang harus ditangani

Merupakan teknik bimbingan kelompok yang bertujuan  secara luwes, sehingga tentang apa yang dipergunakan setiap waktu dapat diubah kalau memang diperlukan.

2.    Teknik Kelompok, terdiri dari:
a.    Home room agar para guru atau pertugas bimbingan dapat mengenal murid-muridd secara lebih tepat sehingga dapat membantunya secara lebih efektif (Eddy Hendrarno, dkk; 2003). Jumlah anggota kelompok dapat berupa kelompok kecil (5-10 orang) maupun kelompok besar (25-30 orang). Tujuan teknik home room, selain untuk mengidentifikasikan masalah dapat pula membantu siswa untuk mampu menghadapi dan mengatasi masalahnya
b.    Field drip (karya wisata)
Kegiatan karyawisata selain mrupakan kegiatan rekreasi ataupun salah satu metode mengajar, dapat pula difungsikan sebagai salah satu teknik dalam bimbingan kelompok (Djumhur dalam Eddy Hendrarno, dkk;2003). Melalui kegiatan karyawisata pertugas bimbingan dapat mengarahkan murid untuk belajar melakukan penyesuaian diri dalam kehidupan kelompok.. Tujuan teknik ini adalah pemberian informasi, pembentukan sikap dan pengembangan bakat serta minat.
c.    Group discussion bimbingan kelompok yang dilakukan dalam kelompok kecil (5-10 orang). Pada umumya diskusi kelompok berlangsung antara 30-60 menit.
d.    Pelajaran bimbingan
Bimbingan dilakukan dalam kelompok-kelompok
Diskusi kelompok merupakan salah satu teknik kelas yang telah ada. Pembimbing masuk dalam kelas seperti guru biasa, tidak mengajarkan mata pelajaran seperti dalam silabus, melainkan menyampaikan dan membahas masalah bimbingan.
e.    Kelompok bekerja
Kelompok kerja dibentuk dengan memperhatikan tingkah laku kemampuan, jenis kelamin, tempat tinggal dan jalinan hubungan social. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan belajar, menyalurkan bakat dan minat, membentuk sikap kooperatif dan kompetitif yang sehat, meningkatkan penyesuaian social, yang kesemuanya akan mengarahkan pada perkembangan murid.
f.    Pengajaran remidi
Pengajaran remidi diberikan kepada murid-murid yang mengalami kesulitan belajar.
g.    Organisasi murid
Pembimbing sekolah dapat mengarahkan agar murid dapat mengenal berbagai aspek kehidupan social, mengembangkan sikap kepemimpinan dan kerjasama, rasa tanggung jawab dan harga diri. Tujuannya antara lain menyangkut penyesuaian diri, sikap kepemimpinan dan kerjasama dan pemecahan masalah.
i.    Sosiodrama dan psikodrama
Bedanya, terletak pada jenisnya cerita yang dimainkan dan tekanan masalah yang hendak diceritakan. Pada sosiodrama lebih menekankan pada masalah psikis. Meskipun demikian antara keduanya sagat erat hubunganya dan kadang-kadang sulit dibedakan.

Apakah anda memiliki teknik yang lain? Silakan sharing di sini. (Meliana)
Sumber :

Monday, January 7, 2013

Memahami Psikologi Anak Didik


Setiap manusia memiliki karakter yang berbeda-beda, Oleh karena itu, seorang guru harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang psikologi perkembangan anak dan hal ini dapat membantu para guru untuk mendekati anak-anak didiknya.

Pemahaman terhadap psikologi perkembangan memiliki kekuatan yang menentukan keberhasilan dalam proses  belajar seorang anak. Setiap perubahan akan disikapi dengan mudah apabila seorang guru memiliki pemahaman yang benar dan mendalam terhadap psikologi perkembangan anak.

Seorang anak akan melewati fase yang berbeda seiring dengan pertumbuhannya. Begitu pula dengan pendidikan. Pendidikan harus sesuai dengan perkembangan anak dalam arti, pengajaran terhadap siswa harus dilakukan pada tingkat yang tidak terlalu sulit dan menegangkan serta tidak terlalu mudah dan menjemukan. Pendidikan bagi anak TK harus berbeda dengan pendidikan anak SD. Dan begitu pula anak SD, pendidikan yang diterima harus berbeda dengan pendidikan yang diterima anak tingkatan SMP, SMA dan kuliah.

Pola perkembangan anak merupakan pola yang kompleks hasil dari beberapa proses yakni, proses biologis, kognitif dan sosio-emosional.
·         Proses biologis merupakan perubahan dalam tubuh anak. Warisan genetik memainkan peran penting dalam hal ini. Proses biologis berperan dalam perkembangan otak, berat dan tinggi badan, perubahan kemampuan bergerak dan perubahan harmonal di masa puber.
·         Proses kognitif ialah perubahan dalam pemikiran, kecerdasan dan bahasa anak. Proses perkembangan kognitif menjadikan seorang anak mampu mengingat puisi, membayangkan bagaimana cara memecahkan persoalan matematika, menyusun strategi kreatif serta menghubungkan kalimat menjadi pembicaraan yang bermakna.
·         Proses sosio-emosional adalah perubahan dalam hubungan anak dengan orang lain, perubahan emosi dan perubahan kepribadian.  Cara pengasuhan anak merupakan faktor penting dalam hal ini. Perkelahian anak, ketegasan seorang anak perempuan dan perasaan gembira ketika mendapatkan nilai-nialai baik merupakan cerminan proses perkembangan sosio-emosional.


Terdapat beberapa manfaat dari memahami psikologi anak didik antara lain:
1.       Dengan memahami perkembangan anak didik, seorang guru akan dapat memberikan harapan yang realistis terhadap anak dan remaja.
2.       Pemahaman tentang perkembangan anak dapat membantu seorang guru dalam memberikan respon yang tepat terhadap perilaku btertentu seorang anak.
3.       Pengetahuan tentang perkembangan peserta didik dapat membantu guru mengenali kapan perkembangan normal dari anak tersebut sesungguhnya dimulai.
4.       Dengan mengetahui pola normal perkembangan, memungkinkan para guru untuk mempersiapkan anak menghadapi perubahan yang akan terjadi pada tubuh, perhatian dan perilakunya.
5.       Pengetahuan tentang perkembangan memungkinkan para guru untuk memberikan bimbingan belajar yang tepat kepada anak.
6.       Studi perkembangan dapat membantu para guru untuk dapat lebih memahami diri sendiri. Melalui psikologi perkembangan, kita akan mendapatkan wawasan dan pemahaman perjalanan hidup kita sendiri.

Semoga informasi ini dapat membantu para guru untuk dapat lebih mengenali para peserta didiknya serta memberikan respons serta pengajaran yang tepat sesuai dengan kebutuhan anak. (Stephanie).


                  www. Ejournal.utp.ac.id

Sunday, December 30, 2012

Tips Menghadapi Ujian Sekolah

Ujian sekolah.. Kadang kita suka merasa takut bila akan menghadapinya. Namun, ujian sekolah merupakan hal yang tidak bisa dihindari. Karena ujian ini merupakan penentu yang menunjukkan kemampuan kita apakah kita dapat naik ke tahapan/ kelas berikutnya.

Tetapi, apabila kita mempersiapkannya dengan matang, kita pasti akan lebih siap dan tidak perlu takut saat akan menghadapinya. Berikut tips-tips untuk menghadapi ujian sekolah :

1.    “There is no short way to success”
Ingatlah selalu pepatah ini bahwa memang tidak ada jalan pintas untuk menggapai kesuksesan. Segala sesuatu membutuhkan persiapan dan usaha maksimal.
2.    Percaya diri!
Hilangkan perasaan takut atau nervous. Karena saat kita takut atau nervous, apa yang kita pelajari bisa hilang. Ketakutan akan membuat pikiran terganggu dan tidak konsentrasi saat ujian. Relax dan percaya dirilah!
3.    Atur waktu terbaik
Atur jadwal untuk belajar secara baik. Prioritaskan waktu yang lebih banyak pada mata pelajaran yang agak sulit. Dan, luangkan sedikit waktu untuk hiburan agar tidak menimbulkan kejenuhan.
4.    Pilih suasana yang tepat untuk belajar
Pilih tempat belajar yang bisa membuat nyaman sehingga akan lebih bisa berkonsentrasi saat mempersiapkan ujian. Sebaiknya, belajar pada pagi hari dan dalam suasana yang hening karena akan lebih mudah berkonsentrasi.
Tips: jangan menempatkan cermin di lokasi belajar karena pantulan banyangan yang ditimbulkan akan mengganggu konsentrasi. Belajar dengan menghadap ke arah timur akan lebih mendatangkan energi positif dibandingkan jika menghadap k earah timur laut.
5.    Duduk tegap
Posisi saat belajar juga perlu diperhatikan. Hindari belajar di tempat tidur atau berbaring di kursi karena akan menimbulkan kantuk. Duduk tegaplah saat belajar dan tempatkan kaki sejajar dengan lantai. Cara duduk seperti ini dapat membuat ionisasi.
6.    Buatlah catatan kecil sambil belajar
Buatlah catatan kecil dengan poin-poin singkat. Catatan ini akan membantu mengingat poin penting yang telah dipelajari. Dengan adanya catatan kecil ini, memudahkan saat akan ujian daripada membuka halaman teks pelajaran, kita pun bisa belajar dimana saja dan tidak membutuhkan waktu yang banyak.
7.    Tidur dan makan dengan baik
Tidurlah dengan nyenyak. Sebuah studi mengatakan bahwa waktu tidur yang optimal adalah 6 jam. Terutama pada malam hari sebelum ujian.  Waktu istirahat yang cukup akan memberikan efek besar saat ujian.
Selain itu, makanlah dengan teratur. Usahakan jangan berpuasa saat ujian dan perbanyak minum air putih karena penting untuk menjaga sel-sel otak.
8.    Menulis dan menyajikan yang terbaik
Jawab soal-soal pertanyaan dengan sebaik mungkin, tulis jawaban-jawaban dengan rapi dan  ikuti petunjuk yang disarankan.
9.    Jangan mencontek!
Mencontek bukan hanya akan mempengaruhi nilai tetapi bisa juga menghilangkan kesempatan utnuk melanjutkan ujian. Ujian merupakan pembuktian dari kemampuan kita. Jadi, lakukanlah sesuai kemampuan kita dan dengan jujur.
10.  Berdoa dan percaya kemampuan sendiri
Berdoalah sebelum memulai ujian dan bebaskan pikiran dari segala hal yang akan mengganggu konsentrasi dalam ujian. Dan juga, percayalah pada kemampuan sendiri.

Nah, itu tadi 10 tips untuk menghadapi ujian sekolah. Ayo coba diubah kebiasaan-kebiasaan yang kurang tepat saat menghadapi ujian! Belajar dan berikan yang terbaik ya karena waktu tidak bisa diulang lagi.. (Felicia Nathania)

Sumber :

Monday, December 24, 2012

Tips Mengajar Privat

Bagi kalian yang masih takut untuk menjadi guru karena harus mengajar jumlah murid yang banyak, mungkin kalian dapat memulai dengan mengajar privat terlebih dahulu. Selain karena cakupan jumlah murid yang lebih kecil, waktu yang diperlukan untuk mengajar les privat juga cenderung lebih fleksibel sehingga kita dapat menyesuaikan waktu mengajar dengan jadwal aktivitas kita sehingga tidak berbenturan. 


Menjadi seorang guru privat terkadang terlihat mudah. Namun, terdapat beberapa kriteria yang harus dipenuhi untuk menjadi seorang guru privat yang baik. Bagi anda yang tertarik untuk ikut terjun dalam dunia mengajar terutama les privat, ada baiknya untuk memperhatikan beberapa hal dibawah ini : 
  1. Pilihlah bidang studi yang anda kuasai terutama bidang studi yang sesuai dengan latar belakang pendidikan anda.
  2. Persiapkan kurikulum yang sesuai dengan materi yang dihadapi peserta didik anda saat di sekolah.
  3. Mengenali kepribadian dari tiap peserta didik.
  4. Buatlah suasana mengajar yang nyaman agar para peserta didik dapat belajar dengan santai.
  5. Memberikan dukungan bagi peserta didik yang mengalami kesulitan ketika belajar.
  6. Berikan laporan evaluasi perkembangan anak pada orang tua diakhir sesi pengajaran.
  7. Selalu mengevaluasi dan mengembangkan cara mengajar anda agar dapat mengajar dengan kreatif.
  8. Displin dan selalu tepat waktu.
  9. Manajemen waktu dengan baik.
Sekarang, anda telah mengetahui cara-cara untuk menjadi seorang guru privat yang baik. Marilah kita turut ikut mencerdaskan Anak Bangsa dengan membagikan ilmu pengetahuan yang telah kita dapatkan !! (Stephanie)




"The mediocre teacher tells. The good teacher explains. The superior teacher demonstrates. The great teacher inspires." - William Arthur Ward-




Sumber : www.insanmadaniinstitute.com/294/

Monday, December 17, 2012

Guru


Jika artikel-artikel sebelumnya kita telah membahas mengenai cara belajar, hambatan belajar dan tenaga pengajar. Kali ini kami akan membahas mengenai guru di Indonesia secara lebih spesifik.

Sering kali kita menyebut kata “guru”. Namun apakah kita mengerti pengartian dari guru itu sendiri?
Definisi guru diatur dalam undang-undang  Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen.
Guru merupakan pendidik professional dengan tugas utama mendidik, melatih, melinai, membimbing, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah (Pasal 1 ayat 1).

Guru memiliki peranan sangat penting dalam dunia pendidikan dikarenakan tidak hanya harus mengajarkan peserta didik. Namun, seorang guru juga harus memiliki karakter yang baik agar dapat menjadi panutan bagi peserta didiknya.




Berdasarkan undang-undang guru dan dosen yang berlaku di Indonesia, guru terbagi dua yaitu,
  • Guru Tetap

Guru tetap merupakan guru yang telah memiliki status minimal sebagai calon pegawai negeri sipil dan telah ditugaskan di sekolah tertentu sebagai instansi induknya. Selaku guru di sekolah swasta, guru tersebut dinyatakan sebagai guru tetap untuk mengajar di suatu yayasan tertentu yang telah diakreditasi oleh pihak yang berwenang di kepemerintahan Indonesia.
  • Guru Honorer

Guru honorer merupakan guru tidak tetap yang belum berstatus minimal sebagai calon pegawai negeri  sipil dan digaji per jam pelajaran. Namun terkadang para guru honorer ini sering digaji secara sukarela.

Nah, sekarang kita telah mengetahui pengertian dari guru beserta peran yang harus diemban oleh mereka. Marilah kita menghargai para guru di Indonesia dan turut  memberikan kontribusi bagi pendidikan di Indonesia. Maju terus pendidikan di Indonesia!! (Stephanie)


Friday, December 14, 2012

Mind Mapping



                Dengan semakin banyak buku dan materi dalam bentuk teks dengan semakin terbatasnya waktu untuk memahaminya maka diperlukan suatu cara untuk memahami dan mengingat pelajaran atau bahan materi yang berupa teks dengan lebih baik. Cara tersebut adalah Meringkas.

                Meringkas dengan efektif dan berdaya guna tentunya harus memaksimalkan fungsi otak kita dalam “learning mode”. Sekarang adalah saatnya bagi kita untuk melibatkan otak kiri dan kanan ketika meringkas.

                Mind Mapping adalah suatu teknik meringkas yang mengoptimalkan fungsi otak. Mr Tony Buzan merupakan penemu Mind Mapping dan ia berasal dari UK.  Dalam buku ini Tony Buzam menyatakan bahwa Mind Map adalah suatu cara alat berfikir dan alat belajar dengan mengoptimalkan fungsi kerja otak kiri dan kanan. Dengan menggunakan otak kiri dan kanan, daya ingat kita akan menjadi lebih baik.

              
          Kelebihan Mind Map adalah sebagai berikut :
  • Menggunakan kata kunci sehingga lebih efisien dan mudah dipahami
  • Menggunakan warna, gambar, dan simbol agar lebih menarik
  • Terstruktur dengan sangat baik
  • Menggunakan prinsip Super Memory, meningkatkan daya ingat
  • Mudah dalam pengulangan, karena dalam 1 halaman
  • Menghemat waktu karena cukup sekali membuatnya


Fungsi Mind Map adalah :
  • Mengembangkan kegiatan berpikir ke segala arah
  • Meningkatkan daya pikir (kreatif)
  • Alat berpikir yang terorganisir
  • Cara termudah untuk mendapat informasi


Berikut adalah Langka membuat Mind Mapping :
  • Siapkan kertas putih polos. Jangan menggunakan kertas bergaris karena akan membuat pembatasan pada idemu. Pilih warna yang disukai min. 3 warna.
  • Carilah Gagasan Utama/ Pokok pelajaran yang akan dibuat Mind Map. Buatlah gambar utama dan tulislah judulnya dengan huruf besar. Ini adalah gagasan utama atau disebut CI/Central Image. Tempatkan CI di bagian tengah ke atas
  • Pilih 1 warna dan buatlah garis melengkung sebagai cabang utama yang keluar dari CI. Lalu buat garis cabang dengan tebal lalu makin lama makin menipis. Mulai dari kanan atas searah jarum jam
  • Tuliskan cabang utama dengan satu kata saja-keyword di atas garis. Ini disebut juga BOI atau basic Odering ideas. Lakukan hal yang sama untuk semua gagasan lain. Satu garis satu kata kunci.
  • Tambahkan perincian cabang-cabang atau simbol yang akan membantu otak mengingat dan berkonsentrasi, mereka juga akan saling terhubung di dalam otak kita sehingga otak akan lebih bisa mengingatnya.


Menarik bukan ?? Yuk, teman-teman kita mulai mencobanya !!! Karena Mind Mapping akan sangat membantu kita terutama pada saat menghafal begitu banyak materi untuk Ujian kita ! Selamat Mencoba dan Semangat teman-teman !!! (Michael Halim )

Sumber : Supermap buzan Mindmap club Indonesia

Monday, December 10, 2012

Hambatan belajar pada anak

Sebagai orangtua tentunya memiliki keinginan untuk melihat anaknya mendapatkan prestasi yang baik di bidang akademis. Namun, terkadang kita lupa bahwa terdapat beberapa faktor yang merupakan hambatan bagi sang buah hati dalam belajar.

Untuk mengatasi gangguan belajar pada anak tentunya kita perlu mengenali gejala-gejala gangguan belajar yang dialami anak-anak seperti beberapa hal dibawah ini yakni,


  • ·     Mengalami kesulitan di sekolah, mendapat nilai yang kurang bagus walaupun sudah berusaha keras untuk belajar
  • ·         Cemas jika disuruh tampil didepan kelas
  • ·         Memerlukan bimbingan konstan dalam mengerjakan tugas
  • ·         Sulit dalam mengingat materi pelajaran baik lisan maupun tertulis
  • ·         Memiliki penghargaan diri yang rendah terhadap diri sendiri

Gejala-gejala diatas dapat timbul dalam diri sang anak karena dipicu oleh beberapa faktor seperti


  • ·         Stress
Stress bias diartikan sebagai ketegangan fisik dan mental emosional karena tubuh memberikan respons terhadap tuntutan, tekanan dan gangguan yang ada di sekelilingnya. Stress bias dipicu kejadian tertentu, selain akibat pengaruh lingkungan

Dampak negatif akan muncul jika kadar stress sudah berlebihan. Akibatnya daya tangkap anak menurun. Bisa dipahami, stress yang berlebihan tentu menimbulkan hambatan emosi yang selanjutnya mengusik kemampuan anak dalam menyerap informasi maupun stimulasi dari lingkungannya.

Akibat lebih jauh, proses belajar anak mengalami keterlambatan. Jika seharusnya Ia bias memehami pelajaran sekitar 80-100% dari yang diberikan, maka gara-gara kesal, marah dan frustasi, kemampuan belajarnya akan jauh berkurang. Selain itu, fungsi kerja organ tubuh anak akan ikut terganggu. Gejalanya berupa beragam gangguan psikosomatis dari sakit perut, sakit kepala, demam, mual dan sebagainya.


  • ·         Tuntutan terlalu tinggi
Begitu juga saat menginjak usia sekolah, wajar bila orangtua berharap anaknya menguasai beragam kemampuan. Menjadi tidak wajar jika dalam mewujudkan harapantadi orangtua lantas mengisi sang anak dengan berbagai aktivitas sepanjang hari seperti kursus-kursus yang terlampau banyak. Tuntutan yang terlalu tinggi menjadikan motivasi belajar pada anak menjadi merurun karena kejenuhan yang dialaminya setiap hari.
Solusinya, orangtua mesti tanggap terhadap minat yang terdapat dalam diri sang anak. Dalam hal ini, orangtua dan anak perlu waktu lebih banyak untuk berkomunikasi dan saling meninstropeksi diri masing-masing. Pahami kebutuhan dan kapasitas diri sang anak karena tiap orang memiliki kemampuan yang berbeda-beda.


  • ·         Labelling

Pelabelan merupakan tindakan memberi label atau ciri pada sang anak berdasarkan perilaku,sifat dan berbagai hal lainnya. Contohnya menyebut anak dengan sebutan “si malas”. Sebutan-sebutan seperti itu akan menghempaskan kebanggaan diri yang akhirnya membuat anak stress.

Komentar-komentar negative seperti itu hanya akan mengikis konsep diri anak. Fokuslah pada kesalahan yang dilakukan anak dan tidak menyerang pribadi sang anak. Ajari anak untuk tidak mengulangi kesalahan yang telah Ia lakukan namun dikemas dalam bentuk kata-kata yang positif. Hal tersebut akan membuat sang anak mendapatkan motivasi dalam dirinya.



  • ·         Lingkungan tidak kondusif
Rumah dikatakan sebagai kondusif jika seluruh anggota keluarga  maupun sarana fisik yang ada mendukung kegiatan belajar. Lingkungan rumah yang nyaman tentu akan membuat anak senang bereksplorasi karena tak adanya hambatan yang menghadang dirinya. Masalahnya sering tidak disadari ada beberapa kebiasaan dan kondisi di rumah yang mengganggu proses belajar anak. Antara lain televisi yang menyala terus dan kualitas penerangan yang cukup. Hal tersebut pasti berpengaruh terhadap proses belajar anak.

Marilah kita memberikan motivasi pada anak-anak sehingga mereka menjadi anak-anak yang memiliki kepercayaan diri yang baik serta prestasi yang membanggakan bagi negeri kita! (Stephanie)


 Sumber : http://www.rumahfahima.org
                http://resourceful-parenting.blogspot.com




Sunday, December 9, 2012

Indonesia Menyala



Indonesia Menyala adalah gerakan buku dan perpustakaan yang diinisiasikan oleh Gerakan Indonesia Mengajar. Indonesia Menyala berawal dari pengamatan Pengajar Muda sejak ditempatkan November 2010. Pengajar Muda melihat bahwa anak-anak didik mereka kekurangan bahan bacaan bermutu. Hal ini didukung oleh rekan-rekan Pengajar Muda, sukarelawan dan Indonesia Mengajar yang memiliki kesamaan visi dan akhirnya menginisiasi seranngkaian pertemuan sejak Februari 2011. Nama “Indonesia Menyala” dipilih sebagai nama resmi dari program perpustakaan Indonesia Mengajar. Filosofi dari nama Indonesia Menyala, menurut Bapak Anies Baswedan, adalah anak-anak desa yang menyala akal dan budinya karena membaca buku yang baik bersama para Pengjar Muda, bagaikan ribuan dan jutaan lampu yang menyalakan Indonesia. Indonesia menjadi menyala, tidak hanya karena sumber daya alamnya tetapi karena sumber daya manusianya yang menyala. Karena itu, program ini diberi nama Indonesia Menyala. 

Buku adalah jendela ilmu. Banyak manfaat yang didapat dari membaca buku. Karena melihat kebutuhan yang sangat tinggi terutama untuk teman-teman kita di pelosok Indonesia, maka program perpustakaan ini dibentuk hingga akbhirnya diluncurkan secara online pada tanggal 15 April 2011. Wilayah penempatan Pengajar Muda menjadi lokasi dari perpustakaan Indonesia Menyala. Terletak di 140 lokasi Sekolah Dasar (SD) di 16 kabupaten.
Perpustakaan Indonesia Menyala terdiri dari dua bentuk yaitu perpustakaan tetap dan perpustakaan berputar. Perpustakaan tetap yaitu perpustakaan yang berisikan buku yang hanya akan digunakan di satu sdekolah penempatan dan bahan-bahan tersebut akan menjadi milik sekolah tersebut. Sedangkan, perpustakaan berputar yaitu perpustakaan yang melekat pada seorang Pengajar Muda, berbentuk sebuah tas yang berisikan buku-buku yang dapat digunakan di suatu sekolah penempatan dan atau masyarakat sekitar dalam durasi waktu tertentu dan setelahnya buku-buku tersebut akan ditukarkan ke Pengajar Muda lain yang berada dalam satu kabupaten.

Perpustakaan ini dilaksanakan dan dijalankan oleh Kelompok Kerja pusat yang bertempat di Jakarta dan lima Kelompok Kerja daerah (satu kabupaten dikelola oleh satu kelompok kerja) bekerja sama dengan para Pengajar Muda Indonesia Mengajar (yang bertindak sebagai pustakawan dari perpustakaan di daerah). Kelompok Kerja daerah difokuskan untuk mengelola dan mengembangkan perpustakaan di daerahnya masing-masing. Kelompok Kerja daerah dibuat berdasarkan daerah yang dibantu. Sedangkan, Kelompok Kerja pusat bertugas mengkoordinasikan Kelompok Kerja daerah dan mengatur sistem Indonesia Menyala secara umum. Kelompok-kelompok kerja ini disebut Penyala, terbuka utnuk umum dan mengajak masyarakat untuk bergabung dan berkontribusi dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Bentuk kontribusi yang dapat diberikan yaitu, donasi buku, donasi dana, tenaga, ide dan kontribusi lainnya seperti mempromosikan kepada teman untuk bergabung dalam kegiatan ini.

Keterlibatan kita dalam memberikan kontribusi, artinya kita peduli terhadap pendidikan dan juga turut berpartisipasi secara langsung dalam memajukan pendidikan di Indonesia ini. Mari nyalakan Indonesia! (Felicia Nathania)


Sumber :