" We Learn, We Teach" We are concern about the education of Indonesian children and we support www.indonesiamengajar.org
Showing posts with label Nasional. Show all posts
Showing posts with label Nasional. Show all posts
Wednesday, January 16, 2013
Yuk, Cari Tahu Sejarah Indonesia!
Labels:
Anak-anak,
Bangsa,
Belajar,
bermain,
cara,
cara mengajar,
efektif,
Efisien,
Indonesia,
Mutu,
Nasional,
Pendidikan,
SD,
sejarah,
Sekolah,
Sekolah Dasar,
singkat
Monday, December 31, 2012
Tips Hadapi UAN
Sering kali sebagai murid kita takut dengan ujian akhir
nasional atau yang biasa disebut UAN. Tidak perduli kita murid tingkat SD, SMP
maupun SMA, tapi yang pasti kita akan sangat cemas dalam menghadapi UAN karena
ujian tersebut merupakan penguji hasil dari apa yang telah kita pelajari selama
ini.
Mendekati UAN biasanya kita menjadi takut bahkan tidak
jarang ada yang menjadi sering sakit perut atau sakit kepala karena terlalu
tegang. Berikut ini terdapat beberapa tips yang dapat membantu kalian agar
dapat menghadapi UAN :
1. Persiapkan Diri
Belajar dengan baik merupakan kunci sukses seorang pelajar ketika
menghadapi ujian. Tingkatkan frekuensi untuk mengerjakan soal-soal yang ada
dalam buku soal-soal UAN dan rajin mengikuti tryout. Dengan demikian, kalian
akan lebih siap dan mantap menghadapi ujian.
2. Ukur Kemampuan
Selain belajar, kalian juga harus memahami kemampuan dalam diri kalian.
Dengan begitu kalian akan mengetahui kelemahan yang kalian miliki. Seringlah
berlatih dan minta penjelasan dari guru maupun teman tentang pelajaran yang tidak
begitu dikuasai dengan baik.
3. Menjaga Kondisi Kesehatan
Tubuh
Sering
sekali para pelajar yang tegang akan menghadapi UAN cenderung belajar hingga
larut malam. Padahal hal tersebut tidak baik bagi kesehatan. Kondisi kesehatan
tubuh merupakan aset penting bagi pelajar ketika ujian. Konsumsilah makanan
bergizi, istirahat yang cukup serta tidak lupa untuk berolahraga.
4. Menyiapkan Peralatan Ujian
Dengan Baik
Pastikan kalian menyiapkan dan membawa peralatan ujian dengan lengkap
seperti pensil 2B, penghapus dan kartu peserta ujian.
5. Datang Lebih Awal
Biasakan diri untuk datang lebih awal setidaknya 15 menit sebelum
ujian. Hal tersebut akan membantu kalian dalam mempersiapkan mental dan fisik
sehingga akan membuat kalian lebih berkonsentrasi selama ujian berlangsung.
6. Tenang dan Percaya Diri
Atur pernapasan kalian agar kalian menjadi tenang serta tanamkan
kepercayaan diri kalian bahwa kalian dapat mengerjakan soal-soal tersebut dan
menghasilkan hasil yang terbaik.
7. Jangan Tegang
Sangatlah wajar ketika mendekati detik-detik
ujian kalian akan sangat merasa tegang. Namun cobalah kuasai diri kalian dan
bersikap tenang. Ketegangan hanya akan merusak konsentrasi yang kalian miliki.
8. Membaca Perintah Ujian Dengan
Teliti
Bacalah perintah ujian secara teliti guna menghindari terjadinya
kesalahan ketika proses ujian berlangsung.
9. Berdoa
Selalu berdoa meminta penyertaan Tuhan sebelum memulai mengerjakan
soal-soal ujian.
10. Seleksi Soal
Pilihlah untuk mengerjakan soal-soal yang kalian anggap mudah terlebih
dulu. Hal tersebut bertujuan untuk efisiensi waktu agar kalian memiliki waktu
lebih untuk soal-soal yang memiliki tingkatan lebih sulit.
11. Hati-hati Dalam Mengisi Lembar Jawaban
Selalu berhati-hati ketika mengisi lembar jawaban. Untuk pilihan
berganda pastikan kalian mengisi sesuai dengan nomornya. Jangan sampai kalian
menjawab di kolom nomor 9 padahal yang dikerjakan ialah nomor 8. Dan pastikan
kalian mengisi dengan bersih dan rapi.
12. Koreksi Kembali Jawaban Ujian
Periksa kembali soal-soal yang telah kalian jawab dan bila ada kekurangan segera perbaiki jawaban kalian.
13. Jangan Terburu-buru
Jangan pernah kalian terburu-buru dalam mengerjakan soal ujian karena
akan berdampak pada hasil yang tidak maksimal. Selain itu, pergunakan sisa
waktu untuk memeriksa kembali jawaban yang ada.
Nah teman-teman, beberapa
hal diatas merupakan tips untuk menghadapi ujian akhir nasional. Semoga dapat
bermanfaat bagi kalian! Yuk, pelajar generasi kini
buktikan kalian dapat lulus dengan hasil yang terbaik!! (Stephanie)
Sember : www.muktiblog.com
Sunday, December 23, 2012
Pentingnya Memberi Motivasi Pada Murid
Apa sebenarnya motivasi itu? Menurut Morgan, motivasi bertalian dengan tiga hal yang sekaigus merupakan aspek-aspek dari motivasi. Ketiga hal tersebut adalah keadaan yang mendorong tingkah laku, tingkah laku yang didorong oleh keadaan tersebut dan tujuan dari pada tingkah laku tersebut. Jadi, motivasi adalah sebuah dorongan terhadap seseorang untuk membantunya mencapai tujuan.
Motivasi merupakan dorongan yang tak terlihat
yang menjadi penyemangat kita untuk melakukan sesuatu. Motivasi sangat
diperlukan dalam berbagai hal, termasuk dalam dunia pendidikan. Hasil belajar akan menjadi optimal apabila ada
motivasi. Motivasi juga menentukan intensitas usaha belajar bagi para siswa.
Fungsi motivasi dalam belajar
Ada tiga fungsi
motivasi belajar yang dikemukakan oleh Ngalim Purwanto (2002: 71), yaitu :
- Mendorong siswa untuk bertindak/ berbuat
- Menentukan arah perbuatan
Yakni ke arah
perwujudan tujuan atau cita-cita. Dengan adanya motivasi, mencegah terjadinya
penyelewengan jalan yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan.
- Menyeleksi perbuatan
Artinya, menentukan
perbuatan mana yang harus dilakukan guna mencapai tujuan dengan mengesampingkan
perbuatan yang tidak bermanfaat.
Karena
motivasi sangat berperan penting dalam kegiatan belajar mengajar, maka sebagai pendidik pun memliki peranan yang sangat
penting dalam meningkatkan motivasi siswa agar mereka memiliki motivasi
berprestasi yang tinggi. Berikut beberapa strategi yang bisa digunakan oleh guru untuk menumbuhkan motivasi
belajar siswa :- Menjelaskan tujuan belajar ke peserta didik
Pada permulaan
kegiatan belajar mengajar hendaknya seorang guru menjelaskan mengenai Tujuan
Instruksional Khusus (TIK) yang akan dicapai siswa. Guru juga menjelaskan
tentang pentingnya ilmu yang akan sangat berguna bagi masa depan seseorang.
Semakin jelas tujuan akan membuat semakin besar pula motivasi dalam belajar.
- Hadiah
Berikan hadiah untuk
siswa yang berprestasi. Hal ini akan memacu siswa untuk lebih giat dalam
berprestasi dan bagi siswa yang belum berprestasi juga akan termotivasi untuk
mengejar dan mengungguli siswa yang telah berprestasi. Hadiah tidak perlu yang
besar dan mahal, namun yang bisa menimbulkan rasa senang pada murid dan merasa
dihargai karena prestasinya.
- Saingan/ kompetisi
Guru berusaha
mengadakan persaingan di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi
belajarnya, berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya.
- Pujian
Berikan pujian yang
bersifat membangun kepada siswa yang berprestasi.
- Hukuman
Hukuman diberikan
kepada siswa yang berbuat kesalahan saat proses belajar mengajar. Dengan adanya
hukuman, diharapkan siswa mau merubah diri dan berusaha memacu motivasi
belajarnya. Hukuman hendaknya yang
mendidik bukan yang bersifat fisik, seperti menghafal, mengerjakan soal
atau membuat rangkuman. Karena hukuman fisik akan mengganggu psikis siswa.
- Membangkitkan dorongan kepada anak didik untuk belajar
Berikan perhatian
maksimal ke peserta didik, khususnya bagi mereka yang secara prestasi
tertinggal oleh siswa lainnya.
- Membentuk kebiasaan belajar yang baik
Ajarkan kepada siswa
cara belajar yang baik, baik ketika siswa belajar sendiri maupun secara
kelompok. Dengan cara ini, siswa diharapkan untuk lebih termotivasi dalam
mengulang-ulang pelajaran ataupun menambah pemahaman dengan buku-buku yang
mendukung.
- Membantu kesulitan belajar anak didik secara individual maupun kelompok
Memberi perhatian
kepada pesera didik dan siap membantunya apabila ia mengalami kesulitan.
- Menggunakan metode yang bervariasi
Guru hendaknya
memiliki metode belajar yang tepat dan bervariasi, yang bisa membangkitkan
semangat, yang tidak membuat siswa merasa jenuh dan bisa menampung kepetingan
semua siswa. Seperti Cooperative Learning, Contectual Teaching & Learning
(CTL), Quantum Teaching, PAKEM, maupun yang lainnya. Karena siswa memiliki
tingkat inteligensi yang berbeda-beda satu sama lainnya. Semakin banyak metode
mengajar yang dikuasai guru, maka akan semaki berhasil meningkatkan motivasi
belajar siswa.
Menggunakan media yang baik dan sesuai dengan tujuan
pembelajaran
Baik media visual
maupun audiovisual.
“Seorang guru yang mencoba
mengajar siswanya tanpa memberikan inspirasi agar mereka memiliki hasrat untuk
belajar, adalah seolah memalu besi yang sudah dingin.” – Horace Mann
“Teknologi hanya sebuah alat. Dalam hal membuat siswa
bekerja sama dan menjadikan mereka termotivasi, gurulah yang paling utama.” – Bill
Gates, Pemilik Microsoft. (Felicia Nathania)
Sumber :
Wednesday, December 19, 2012
Tips Menjadi Guru yang Disenangi Murid
Bagi
seorang guru, tentunya memiliki harapan untuk disenangi para murid. Hal ini
dapat memudahkan guru untuk menyampaikan setiap materi yang telah disiapkannya
karena para murid menantikan sang guru berbicara. Ketika guru tidak hadir,
murid akan mencari guru tersebut. Menjadi guru
yang disukai juga bukan berarti menuruti semua yang murid mau atau inginkan. Karena jika
guru menuruti semua keinginan murid bisa jadi malah membuat keluar dari tujuan
dan kegiatan proses belajar mengajar. Namun bagaimanakah cara
agar menjadi guru yang disenangi murid? Berikut ini kami sediakan beberapa tips
untuk para guru agar disenangi para murid.
- Metode pembelajaran yang bervariatif dan menyenangkan.
Guru jangan
hanya terpaku dengan satu metode saja, misalnya hanya ceramah, tetapi gunakan
metode yang menyenangkan, yaitu yang membuat murid aktif dan melakukan sendiri.
- Menciptakan kondisi belajar mengajar yang kondusif.
Guru yang
menguasai materi dan menyampaikannya dengan enak dan mudah dipahami murid serta
memberikan penilaian yang obyektif.
- Guru yang humoris.
Jika
ditanya, guru yang seperti apa yang paling disukai murid? Hampir pasti
kebanyakkan adalah guru yang humoris. Tentu dengan candaan dan humor membuat
belajar lebih menyenangkan. Tetapi bukan berarti humor yang menyinggung
kekurangan muridnya, melainkan humor pada tempat dan saat yang tepat.
- Memberikan hak dan kebutuhan muridnya.
Murid juga
memiliki hak yang harus dipenuhi oleh gurunya, misalnya hak bertanya dan mendapatkan
jawaban yang tepat. Guru yang memberikan kebutuhan siswa, baik itu kebutuhan
akan karakter dan perkembangannya ataupun kebutuhan untuk dihargai.
- Menjaga wibawa
Menjaga
wibawa, tercermin dari tingkah laku atau sikap di dalam kelas atau di luar
kelas.
- Mampu menjadi teladan.
Guru harus
tetap bisa menjadi contoh untuk murid-muridnya. Tidak hanya pandai berbicara
tetapi juga mampu mempraktekannya.
- Berpenampilan menarik, murah senyum serta sabar.
Menjaga
penampilan yang menarik, rapi membuat murid merasa betah dengan guru. Begitupun
dengan senyum, murid yang yang ‘bermasalah/nakal’ akan luntur dan akan menyukai
guru yang suka senyum dengan tulus dan sabar.
- Mendidik dengan hati dan menginspirasi.
Mendidik atau
mengajar bukan hanya dianggap sebagai pekerjaan atau profesi, lebih dari itu
juga dimaknai sebagai pengabdian dan ibadah.
Ayo sama – sama mengevaluasi diri
dan mulai untuk mengajar dengan hati dan menginspirasi agar menjadi guru yang
disenangi murid. (Meliana Christin)
Sumber :
Monday, December 17, 2012
Guru
Jika
artikel-artikel sebelumnya kita telah membahas mengenai cara belajar, hambatan
belajar dan tenaga pengajar. Kali ini kami akan membahas mengenai guru di
Indonesia secara lebih spesifik.
Sering
kali kita menyebut kata “guru”. Namun apakah kita mengerti pengartian dari guru
itu sendiri?
Definisi
guru diatur dalam undang-undang Nomor 14
Tahun 2005 tentang guru dan dosen.
Guru
merupakan pendidik professional dengan tugas utama mendidik, melatih, melinai, membimbing,
dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan
formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah (Pasal 1 ayat 1).
Guru memiliki peranan sangat penting
dalam dunia pendidikan dikarenakan tidak hanya harus mengajarkan peserta didik.
Namun, seorang guru juga harus memiliki karakter yang baik agar dapat menjadi
panutan bagi peserta didiknya.Berdasarkan undang-undang guru dan dosen yang berlaku di Indonesia, guru terbagi dua yaitu,
- Guru Tetap
Guru
tetap merupakan guru yang telah memiliki status minimal sebagai calon pegawai
negeri sipil dan telah ditugaskan di sekolah tertentu sebagai instansi
induknya. Selaku guru di sekolah swasta, guru tersebut dinyatakan sebagai guru
tetap untuk mengajar di suatu yayasan tertentu yang telah diakreditasi oleh
pihak yang berwenang di kepemerintahan Indonesia.
- Guru Honorer
Guru
honorer merupakan guru tidak tetap yang belum berstatus minimal sebagai calon
pegawai negeri sipil dan digaji per jam
pelajaran. Namun terkadang para guru honorer ini sering digaji secara sukarela.
Nah,
sekarang kita telah mengetahui pengertian dari guru beserta peran yang harus
diemban oleh mereka. Marilah kita menghargai
para guru di Indonesia dan turut memberikan
kontribusi bagi pendidikan di Indonesia. Maju terus pendidikan di Indonesia!! (Stephanie)
Sumber
: www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/guru
Sunday, December 16, 2012
Belajar Kelompok
Belajar
Kelompok adalah sebuah model pembelajaran dimana peserta didik belajar bekerja
sama dalam sebuah kelompok untuk menyelesaikan tugas belajar. Menurut Modjiono
(1992:61), metode belajar kelompok dapat diartikan sebagai format belajar
mengajar yang menitikberatkan kepada interaksi anggota yang satu dengan anggota
yang lain dalam suatu kelompok guna menyelesaikan tugas-tugas belajar secara
bersama-sama. Jadi, belajar kelompok adalah kegiatan belajar dalam kelompok
dengan tujuan untuk memecahkan permasalahan yang ada.
Manfaat dari belajar kelompok :
- Dengan membentuk kelompok belajar, dapat memotivasi semangat belajar antara teman satu dengan lainnya.
- Saling berbagi informasi dan pengetahuan antara teman.
- Membangun komunikasi timbal balik dengan adanya diskusi.
- Meringankan tugas yang dberikan karena dikerjakan bersama.
- Mengoptimalkan kemampuan berpikir siswa dalam menanggapi suatu permasalahan
- bekerja sama dalam menyelesaikan tugas dan bersosialisasi di luar sekolah.
- Belajar lebih menyenangkan karena dikerjakan secara berkelompok.
- Meningkatkan kualitas kepribadian, seperti adanya kerja sama, toleransi, berpikir kritis dan disiplin.
Belajar kelompok yang efisien :
- Pilih teman yang paling cocok untuk bergabung dalam satu kelompok yang terdiri dari 3-5 orang. Dengan anggota yang tidak terlalu banyak diharapkan lebih fokus dalam berdiskusi.
- Tentukan dan sepakati bersama, kapan, di mana dan apa yang akan dibahas serta apa yang perlu dipersiapkan untuk keperluan belajar kelompok. Hal ini penting agar semua anggota dapat mempersiapkan diri akan materi yang akan didiskusikan.
- Setelah berkumpul secara bergilir tetapkan siapa pimpinan kelompok yang akan mengatur diskusi dan siapa penulis yang akan mencatat hasil diskusi.
- Ciptakan suasana belajar yang serius tapi santai.
- Rumuskan pertanyaan atau permasalahan yang akan dipecahkan bersama dan batasi ruang lingkupnya agar pembahasan tidak menyimpang.
- Bahas dan pecahkan setiap persoalan satu persatu sampai tuntas. Berikan kesempatan kepada setiap anggota untuk berpendapat, lalu kaji bersama manakah yang paiing tepat.
- Bila terdapat persoalan yang tidak dapat dipecahkan atau tidak ada kesepakatan antar anggota, tangguhkan saja kemudian minta pendapat guru. Lanjutkan ke persoalan yang lain.
- Kesimpulan hasil diskusi dicatat penulis, lalu dibagikan kepada anggota kelompok untuk dipelajari lebih lanjut di rumah masing-masing.
Ayo ikut aktif dalam
kelompok belajarmu karena akan sangat membantu meningkatkan kualitas
kepribadian kamu loh! Semoga bermanfaat (Felicia Nathania)
Sumber :
Friday, December 14, 2012
Mind Mapping
Dengan
semakin banyak buku dan materi dalam bentuk teks dengan semakin terbatasnya
waktu untuk memahaminya maka diperlukan suatu cara untuk memahami dan mengingat
pelajaran atau bahan materi yang berupa teks dengan lebih baik. Cara tersebut adalah
Meringkas.
Meringkas
dengan efektif dan berdaya guna tentunya harus memaksimalkan fungsi otak kita
dalam “learning mode”. Sekarang adalah saatnya bagi kita untuk melibatkan otak
kiri dan kanan ketika meringkas.
Mind
Mapping adalah suatu teknik meringkas yang mengoptimalkan fungsi otak. Mr Tony
Buzan merupakan penemu Mind Mapping dan ia berasal dari UK. Dalam buku ini Tony Buzam menyatakan bahwa
Mind Map adalah suatu cara alat berfikir dan alat belajar dengan mengoptimalkan
fungsi kerja otak kiri dan kanan. Dengan menggunakan otak kiri dan kanan, daya
ingat kita akan menjadi lebih baik.
Kelebihan
Mind Map adalah sebagai berikut :
- Menggunakan kata kunci sehingga lebih efisien dan mudah dipahami
- Menggunakan warna, gambar, dan simbol agar lebih menarik
- Terstruktur dengan sangat baik
- Menggunakan prinsip Super Memory, meningkatkan daya ingat
- Mudah dalam pengulangan, karena dalam 1 halaman
- Menghemat waktu karena cukup sekali membuatnya
Fungsi Mind Map
adalah :
- Mengembangkan kegiatan berpikir ke segala arah
- Meningkatkan daya pikir (kreatif)
- Alat berpikir yang terorganisir
- Cara termudah untuk mendapat informasi
Berikut adalah Langka
membuat Mind Mapping :
- Siapkan kertas putih polos. Jangan menggunakan kertas bergaris karena akan membuat pembatasan pada idemu. Pilih warna yang disukai min. 3 warna.
- Carilah Gagasan Utama/ Pokok pelajaran yang akan dibuat Mind Map. Buatlah gambar utama dan tulislah judulnya dengan huruf besar. Ini adalah gagasan utama atau disebut CI/Central Image. Tempatkan CI di bagian tengah ke atas
- Pilih 1 warna dan buatlah garis melengkung sebagai cabang utama yang keluar dari CI. Lalu buat garis cabang dengan tebal lalu makin lama makin menipis. Mulai dari kanan atas searah jarum jam
- Tuliskan cabang utama dengan satu kata saja-keyword di atas garis. Ini disebut juga BOI atau basic Odering ideas. Lakukan hal yang sama untuk semua gagasan lain. Satu garis satu kata kunci.
- Tambahkan perincian cabang-cabang atau simbol yang akan membantu otak mengingat dan berkonsentrasi, mereka juga akan saling terhubung di dalam otak kita sehingga otak akan lebih bisa mengingatnya.
Menarik bukan ??
Yuk, teman-teman kita mulai mencobanya !!! Karena Mind Mapping akan sangat
membantu kita terutama pada saat menghafal begitu banyak materi untuk Ujian
kita ! Selamat Mencoba dan Semangat teman-teman !!! (Michael Halim )
Sumber : Supermap
buzan Mindmap club Indonesia
Wednesday, December 12, 2012
Tips Belajar yang Baik dan Efisien
Apa
yang muncul dipikiran anda ketika saya menyebutkan “BELAJAR” ? Sebagian dari
anda pasti mengatakan membosankan, malas dan lain sebagainya, tetapi belajar
sesungguhnya dapat menyenangkan dan sangat bermanfaat ketika kita mengetahui
bagaimana caranya belajar yang baik dan efisien. Berikut ini adalah 10 tips
agar belajar kita menjadi semakin baik dan juga efisien.
1. Pilih Waktu Belajar yang Tepat
Waktu
belajar yang paling pas adalah pada saat badan kita masih segar. Pagi hari
adalah waktu yang tepat untuk berkonsentrasi penuh. Gunakan saat ini untuk
mengolah materi-materi baru. Sisa-sisa energi bisa digunakan untuk mengulang
pelajaran dan mengerjakan pekerjaan rumah.
2. Bangun
Suasana Belajar Yang Nyaman
Lagu dan
tempat belajar dapat membangun suasana belajar kita. Misalnya pilih lagu yang
kita sukai, pilih tempat belajar seperti kafe ketika kita bosan di kamar.
Kuncinya jangan sampai aktivitas belajar kita mengganggu dan terganggu oleh
pihak lain.
3.
Kembangkan Materi Yang Sudah di Pelajari
Cobalah kita
berpikir kritis ala ilmuwan. Buatlah beberapa pertanyaan yang belum disertakan
dalam soal latihan. Minta tolong guru untuk menjawabnya. Kalau belum puas, cari
jawabannya pada buku referensi lain atau internet. Cara ini mengajak kita untuk
selalu berpikir ke depan dan kritis
4. Mencatat
Pokok-Pokok Pelajaran
Ambil
intisari atau kesimpulan dari setiap pelajaran yang sudah dibaca ulang.
Kata-kata kunci inilah yang nanti berguna waktu kita mengulang pelajaran selama
ujian.
5. Membaca
Adalah Kunci Belajar
Minimal
bacalah materi baru dua kali dalam sehari, yakni sebelum dan sesudah materi itu
diterangkan oleh guru. Karena otak sudah mengolah materi tersebut sebanyak tiga
kali jadi bisa dijamin bakal tersimpan cukup lama di otak kita.
6. Belajar
Itu Memahami Bukan Sekedar Menghafal
Fungsi utama
kenapa kita harus belajar adalah memahami hal-hal baru. Jadi sebelum menghapal,
selalu usahakan untuk memahami dulu garis besar materi pelajaran.
7. Hafalkan
Kata-Kata Kunci
Buatlah
kata-kata kunci dari setiap hapalan, supaya mudah diingat pada saat otak kita
memanggilnya. Misal, kata kunci untuk warna pelangi adalah MEJIKUHIBINIU.
8. Latih
Sendiri Kemampuan
Pada setiap
akhir bab pelajaran, biasanya selalu diberikan soal-soal latihan. Tanpa perlu
menunggu instruksi, coba jawab semua pertanyaan tersebut dan periksa sejauh
mana kemampuan kita.
9. Berbagi
Ilmu
Mengulang
pelajaran tidak harus membaca atau menulis ulang pelajaran tapi bisa juga
dengan mengajari teman tentang materi yang baru saja diulang menurut
penelitian, kita akan mengingat 5% dari yang kita dengar, 10% dari yang kita
baca, 20% dari yang kita dengar-baca, 30% dari yang diperagakan, 50% dari
diskusi kelompok, 75% dari yang kita latihan/praktek, 90% dari yang kita ajarkan.
10. Sediakan
Waktu Untuk Istirahat
Setiap 30-45
menit waktu belajar kita di rumah selalu selingi dengan istirahat. Kalau
pikiran sudah suntuk, percuma saja memaksakan diri. Setelah istirahat, badan
menjadi segar dan otak pun siap menerima materi baru.
Jadi, sekarang tidak ada alasan lagi kan untuk malas
dalam belajar? (Meliana Christin)
Sumber :
Monday, December 10, 2012
Hambatan belajar pada anak
Sebagai orangtua tentunya
memiliki keinginan untuk melihat anaknya mendapatkan prestasi yang baik di
bidang akademis. Namun, terkadang kita lupa bahwa terdapat beberapa faktor yang
merupakan hambatan bagi sang buah hati dalam belajar.
Untuk mengatasi gangguan belajar
pada anak tentunya kita perlu mengenali gejala-gejala gangguan belajar yang
dialami anak-anak seperti beberapa hal dibawah ini yakni,
- · Mengalami kesulitan di sekolah, mendapat nilai yang kurang bagus walaupun sudah berusaha keras untuk belajar
- · Cemas jika disuruh tampil didepan kelas
- · Memerlukan bimbingan konstan dalam mengerjakan tugas
- · Sulit dalam mengingat materi pelajaran baik lisan maupun tertulis
- · Memiliki penghargaan diri yang rendah terhadap diri sendiri
Gejala-gejala
diatas dapat timbul dalam diri sang anak karena dipicu oleh beberapa faktor seperti
- · Stress
Stress
bias diartikan sebagai ketegangan fisik dan mental emosional karena tubuh
memberikan respons terhadap tuntutan, tekanan dan gangguan yang ada di
sekelilingnya. Stress bias dipicu kejadian tertentu, selain akibat pengaruh
lingkungan
Dampak
negatif akan muncul jika kadar stress sudah berlebihan. Akibatnya daya tangkap
anak menurun. Bisa
dipahami, stress yang berlebihan tentu menimbulkan hambatan emosi yang
selanjutnya mengusik kemampuan anak dalam menyerap informasi maupun stimulasi
dari lingkungannya.
Akibat
lebih jauh, proses belajar anak mengalami keterlambatan. Jika seharusnya Ia bias
memehami pelajaran sekitar 80-100% dari yang diberikan, maka gara-gara kesal,
marah dan frustasi, kemampuan belajarnya akan jauh berkurang. Selain itu,
fungsi kerja organ tubuh anak akan ikut terganggu. Gejalanya berupa beragam
gangguan psikosomatis dari sakit perut, sakit kepala, demam, mual dan
sebagainya.
- · Tuntutan terlalu tinggi
Begitu
juga saat menginjak usia sekolah, wajar bila orangtua berharap anaknya
menguasai beragam kemampuan. Menjadi tidak wajar jika dalam mewujudkan
harapantadi orangtua lantas mengisi sang anak dengan berbagai aktivitas
sepanjang hari seperti kursus-kursus yang terlampau banyak. Tuntutan yang terlalu
tinggi menjadikan motivasi belajar pada anak menjadi merurun karena kejenuhan
yang dialaminya setiap hari.
Solusinya,
orangtua mesti tanggap terhadap minat yang terdapat dalam diri sang anak. Dalam
hal ini, orangtua dan anak perlu waktu lebih banyak untuk berkomunikasi dan
saling meninstropeksi diri masing-masing. Pahami kebutuhan dan kapasitas diri
sang anak karena tiap orang memiliki kemampuan yang berbeda-beda.
- · Labelling
Pelabelan merupakan tindakan memberi label atau ciri pada sang anak berdasarkan perilaku,sifat dan berbagai hal lainnya. Contohnya menyebut anak dengan sebutan “si malas”. Sebutan-sebutan seperti itu akan menghempaskan kebanggaan diri yang akhirnya membuat anak stress.
Komentar-komentar
negative seperti itu hanya akan mengikis konsep diri anak. Fokuslah pada
kesalahan yang dilakukan anak dan tidak menyerang pribadi sang anak. Ajari anak
untuk tidak mengulangi kesalahan yang telah Ia lakukan namun dikemas dalam
bentuk kata-kata yang positif. Hal tersebut akan membuat sang anak mendapatkan
motivasi dalam dirinya.
- · Lingkungan tidak kondusif
Rumah
dikatakan sebagai kondusif jika seluruh anggota keluarga maupun sarana fisik yang ada mendukung
kegiatan belajar. Lingkungan rumah yang nyaman tentu akan membuat anak senang
bereksplorasi karena tak adanya hambatan yang menghadang dirinya. Masalahnya
sering tidak disadari ada beberapa kebiasaan dan kondisi di rumah yang
mengganggu proses belajar anak. Antara lain televisi yang menyala terus dan
kualitas penerangan yang cukup. Hal tersebut pasti berpengaruh terhadap proses
belajar anak.
Marilah
kita memberikan motivasi pada anak-anak sehingga mereka menjadi anak-anak yang
memiliki kepercayaan diri yang baik serta prestasi yang membanggakan bagi
negeri kita! (Stephanie)
Sunday, December 9, 2012
Indonesia Menyala
Indonesia Menyala adalah gerakan buku dan perpustakaan
yang diinisiasikan oleh Gerakan Indonesia Mengajar. Indonesia Menyala berawal
dari pengamatan Pengajar Muda sejak ditempatkan November 2010. Pengajar Muda
melihat bahwa anak-anak didik mereka kekurangan bahan bacaan bermutu. Hal ini
didukung oleh rekan-rekan Pengajar Muda, sukarelawan dan Indonesia Mengajar
yang memiliki kesamaan visi dan akhirnya menginisiasi seranngkaian pertemuan
sejak Februari 2011. Nama “Indonesia Menyala” dipilih sebagai nama resmi dari
program perpustakaan Indonesia Mengajar. Filosofi dari nama Indonesia Menyala,
menurut Bapak Anies Baswedan, adalah anak-anak desa yang menyala akal dan
budinya karena membaca buku yang baik bersama para Pengjar Muda, bagaikan ribuan
dan jutaan lampu yang menyalakan Indonesia. Indonesia menjadi menyala, tidak
hanya karena sumber daya alamnya tetapi karena sumber daya manusianya yang
menyala. Karena itu, program ini diberi nama Indonesia Menyala.
Buku adalah jendela ilmu. Banyak manfaat yang didapat
dari membaca buku. Karena melihat kebutuhan yang sangat tinggi terutama untuk
teman-teman kita di pelosok Indonesia, maka program perpustakaan ini dibentuk
hingga akbhirnya diluncurkan secara online pada tanggal 15 April 2011. Wilayah
penempatan Pengajar Muda menjadi lokasi dari perpustakaan Indonesia Menyala. Terletak
di 140 lokasi Sekolah Dasar (SD) di 16 kabupaten.
Perpustakaan Indonesia Menyala terdiri dari dua bentuk
yaitu perpustakaan tetap dan perpustakaan berputar. Perpustakaan tetap yaitu
perpustakaan yang berisikan buku yang hanya akan digunakan di satu sdekolah
penempatan dan bahan-bahan tersebut akan menjadi milik sekolah tersebut.
Sedangkan, perpustakaan berputar yaitu perpustakaan yang melekat pada seorang
Pengajar Muda, berbentuk sebuah tas yang berisikan buku-buku yang dapat
digunakan di suatu sekolah penempatan dan atau masyarakat sekitar dalam durasi
waktu tertentu dan setelahnya buku-buku tersebut akan ditukarkan ke Pengajar
Muda lain yang berada dalam satu kabupaten.
Keterlibatan kita dalam memberikan kontribusi, artinya
kita peduli terhadap pendidikan dan juga turut berpartisipasi secara langsung
dalam memajukan pendidikan di Indonesia ini. Mari nyalakan Indonesia! (Felicia Nathania)
Sumber :
Labels:
Anak-anak,
Bangsa,
Generasi,
Indonesia,
Inspirasi,
Kepemimpinan,
Kesejahteraan,
Kreatif,
Kreativitas,
Kualitas,
Mengajar,
Muda,
Mutu,
Nasional,
Nusantara,
Pemimpin,
Pendidikan,
Pengajar,
Sarjana,
Sekolah
Subscribe to:
Posts (Atom)















